Senin, November 12, 2012

Laporan Praktik Kimia Asam Basa


A.     Kata Pengantar
Salam Sejahtera,
Puji syukur atas rahmatNya kami dapat menyelesaikan laporan praktikum ini. Dalam tulisan ini kami membahas tentang bagaimana mengetahui asam basa dan menghitung pH beberapa larutan yang telah diujikan dengan menggunakan beberapa indikator, yaitu kertas lakmus merah, biru dan kertas pH universal.  Semoga tulisan kami yang tidak sempurna ini dapat bermanfaat bagi pembaca sekalian.

B. Latar belakang
       Pada praktikum kimia yang kami lakukan ini, kami mencari identitas dari suatu larutan yang sudah kami persiapkan. Pada sebelumnya kami belum mengetahui apakah larutan termasuk asam ataupun basa. Larutan tersebut diantaranya adalah Air cuka, air bersoda, NaOH, Air sabun dan HCl. Dapat diketahui bahwa jenis larutan tersebut bisa saja termasuk asam, basa, maupun netral. Percobaan tersebut kami lakukan dengan menggunakan kertas lakmus, bisa diketahui bahwa kertas lakmus terdapat 2 jenis dengan warna yang berbeda dan dengan identitas yang berbeda pula, yaitu sebagai berikut :
      Lakmus biru adalah lakmus yang menandakan bahwa suatu cairan tersebut adalah berjenis basa dan lakmus merah adalah kertas lakmus yang menandakan bahwa larutan yang dicelupkannya adalah asam. Kedua kertas lakmus tersebut dapat berubah menjadi warna yang berbeda sesuai dengan identitasnya pula.
       Setelah dilakukan percobaan tersebut ditemukan hasil yang sebelumnya belum kami ketahui. Yaitu apabila kertas lakmus biru dimasukkan kedalam larutan asam maka akan menjadi merah yang apabila kita belum mengetahuinya maka kita hanya dengan melihat perubahan dari kertas tersebut saja. Begitu juga dengan kertas lakmus yang berwarna merah, bila dimasukkan ke dalam larutan basa akan menjadi biru dan menunjukkan jenis larutan tersebut pula. Tetapi jika ada larutan yang bila dicelupkan kertas lakmus merah warnanya tetap merah dan bila kertas biru dicelupkan maka warnanya tetap biru, maka larutan tersebut berjenis netral.
       Sifat asam-basa dari suatu larutan juga dapat ditunjukkan dengan mengukur pH nya. pH adalah suatu parameter yang digunakan untuk menyatakan tingkat keasaman larutan. Larutan asam mempunyai pH lebih kecil dari 7. Larutan basa mempunyai pH lebih besar dari 7. Sedangkan larutan netral mempunyai ph = 7.
       Mempelajari cara menentukan pH dan sifat larutan sangat penting untuk mengetahui apakah larutan itu asam ataupun basa. Biasanya cara yang digunakan untuk menentukan pH larutan adalah dengan menggunakan kertas pH universal. 

C. Tempat pelaksanaan praktik
Lab. Kimia SMKN 1 Simpang Empat

D. Waktu pelaksanaan praktik
Rabu, 26 September 2012

E. Tujuan Praktik
1.    Mengetahui  jenis larutan, apakah larutan termasuk asam, basa, atau netral menggunakan kertas lakmus merah dan biru.
2.    Mengukur pH larutan menggunakan kertas pH universal.

F. Alat dan bahan
-Tabung reaksi
-Rak tabung reaksi
-Pipet tetes
-Kertas lakmus merah dan biru
-Kertas pH universal
-Indikator warna pH
-Air cuka
-Air bersoda
-Larutan NaOH
-Larutan air sabun
-Larutan HCl

G. Langkah Kerja
 A. Persiapan
1.    Siapkan diri terlebih dahulu sebelum memulai praktik
2.    Siapkan alat tulis untuk menulis hasil
3.    Bersihkan tempat praktik agar hasil praktik tidak terganggu
4.    Siapkan alat dan bahan praktik
5.    Peserta praktik siap ditempat untuk memulai praktik
B. Cara Kerja
1.    Masukkan masing-masing larutan kedalam tabung reaksi menggunakan pipet tetes yang sudah ditandai dengan nama larutan masing-masing.
2.    Letakkan tabung reaksi yang sudah terisi larutan kedalam rak tabung reaksi.
3.    Potong-potong kertas lakmus merah dan biru beserta kertas pH universal menjadi beberapa bagian agar menjadi lebih banyak dan tidak terbuang-buang.
4.    Masukkan kertas lakmus merah/biru kedalam masing-masing larutan. Catat perubahan warna kertas lakmus. (kertas lakmus selalu diganti untuk masing-masing larutan)
5.    Masukkan kertas pH universal kedalam masing-masing larutan. Lihat perubahan warna dan sesuaikan warna pada indikator warna pH , lalu catat angka perubahan warna. (kertas pH universal selalu diganti untuk masing-masing larutan)
6.    Buat kesimpulan

H. Hasil

Hasil disajikan dalam bentuk tabel sebagai berikut :
Tabel 1.
Warna kertas lakmus setelah ditetesi larutan yang diuji
dan pH larutan yang diuji berdasarkan kertas universal

No.
Nama Larutan
Warna kertas lakmus setelah ditetesi
Kertas pH Universal
Sifat Larutan
Merah
Biru
1
Air cuka
M
M
2
Asam
2
Air bersoda
M
M
3
Asam
3
NaOH
B
B
9
Basa
4
HCl
M
M
1
Asam
5
Air sabun
B
B
11
Basa

I. Dasar Teori
Pengertian Asam-Basa
Senyawa asam-basa sudah dikenal sejak zaman dahulu sebelum ilmu kimia lahir.  Senyawa asam-basa merupakan salah satu kelompok elektrolit yang berperan dalam reaksi kimia.  Suatu asamdapat berupa zat padat, cairan atau gas. Pada tahun 1777, Antoine Laurent Lavoiser menerangkan bahwa semua asam mengandung oksigen.  Kemudian pada tahun 1810, Sir Humph Davy mengemukakan bahwa unsur hydrogendan oksigen yang dimiliki asam. Pada tahun 1884, S.A Arrehenius mengemukakan teori ion dan meberikan defenisi asam basasebagai berikut : Asam : zat yang jika dilarutkan ke dalam air akan menghasilkan ion hidorogen (H+) Basa: zat yang jika dilarutkan kedalam air akan menghasilkan ion hidroksida (OH-). Teori ini disempurnakan oleh Bronsted-Lowry karena menganggap teori Arrhenius hanya berlaku pada air,  maka Broensted-Lowry memberikan definisi : Asam : suatu zat yang memberikan proton ion hydrogen (H+) pada zat lain. Basa ; suatu zat yang menerima proton dari asam. Teori ini juga kurang sempurna karena hanya berbicara soal pertukaran proton. G.N Lewis melanjutkan konsep asam-basa. Asam : suatu zat yang dapat menerima sepasang electron untuk membentuk ikatan kovalen Basa: suatu zat yang dapat memberikan sepasang electron pada pembentukan sebuah ikatan kovalen.

J. Pembahasan
                        a. Indikator Kertas Lakmus
                                Kertas lamus merupakan salah satu indikator asam basa. Pada percobaan kami dengan indikator kertas lakmus di atas, kertas lakmus merah maupun lakmus biru yang warnanya berubah menjadi merah setelah ditetesi suatu larutan, menunjukkan bahwa larutan tersebut merupakan larutan yang bersifat asam. Dalam percobaan ini yang merupakan larutan asam adalah Air bercuka, Air bersoda dan HCl.
                   Kertas lakmus merah maupun lakmus biru yang warnanya berubah menjadi biru setelah ditetesi suatu larutan, menunjukkan bahwa larutan tersebut merupakan larutan yang bersifat basa. Dalam percobaan ini yang merupakan larutan basa adalah NaOH dan Air sabun.
b. Indikator Kertas pH Universal
Kertas indikator ini memiliki keakuratan yang lebih baik dibandingkan indikator-indikator lainnya. Kertas ini memiliki 4 warna yang berfungsi untuk mencari pH larutan. Cara kerjanya adalah dengan mencelupkan kertas ini ke larutan yang akan dihitung pH nya. Kemudian warna pada kertas ini akan berubah dan selanjutnya kita harus mencocokkannya pada indikator warna pH tertentu. Setiap nilai pH memiliki warna yang berbeda-beda.
Dari percobaan kami, kita dapat mengetahui pH larutan yang kami uji dan sifatnya, yaitu:
1. Larutan Air cuka memiliki pH 2 dan bersifat asam
2. Larutan Air bersoda memiliki pH 3 dan bersifat asam
3. Larutan NaOH memiliki pH 9 dan bersifat basa
4. Larutan HCl memilki pH 1 dan bersifat asam
5. Larutan Air sabun memiliki pH 11 dan bersifat basa.


K. Kesimpulan
          Jadi, kesimpulan dari praktikum ini adalah bahwa larutan yang termasuk asam adalah larutan Air cuka, Air soda dan HCl. Sedangkan larutan yang termasuk basa adalah larutan NaOH dan Air sabun.

L. Penutup
Demikian laporan praktik kimia ini kami buat sesuai dengan prosedur penentuan larutan. Sekian dan terimakasih.






Tidak ada komentar: